Keberadaan makhluk siluman di bumi Tuhan ini memang tidak dapat dibantah lagi. Kepercayaan atas keberadaan makhluk
gaib tersebut ternyata sudah berakar sejak zaman nenek moyang di era
primitif. Dan di era terkini, para siluman sering memasuki dimensi ruang
dan waktu kehidupan manusia di alam nyata. Mereka menggoda, memperdaya,
bahkan ingin menguasai insan yang tidak beriman lahir dan batin.
Kisah misteri berikut ini merupakan contoh nyata dari sekian banyaknya kasus yang pernah terjadi betapa di antara
manusia dan siluman dipercaya dapat hidup bersama dengan memenuhi syarat-syarat yang telah disepakati sebelumnya.
Berikut ini sepenggal catatan hitam kehidupannya karena nyaris tergoda sesosok makhluk siluman yang dikenal
dengan sebutan siluman buaya.
Akhir Nopember tahun 2008, aku dihubungi seorang teman di Medan
melalui telepon. Dia menawarkan pekerjaan yang cukup menjanjikan di
ibukota Sumatera Utara tersebut. Aku yang sudah cukup lama menganggur
setelah di PHK di sebuah pengeboran minyak milik asing di daerah Riau
daratan cukup tertarik dengan tawaran teman itu, meskipun untuk
sementara harus meninggalkan keluarga di kota Pekanbaru.
Aku dan Darwis Tanjung, demikian nama teman tersebut, dulu sama-sama kuliah di Medan pada sebuah perguruan
tinggi swasta. Begitu menyandang gelar sarjana ekonomi, aku merantau ke daerah Riau. Diterima bekerja di sana. Sementara
Darwis Tanjung lebih senang berwiraswasta, meneruskan usaha orang tuanya
yang memiliki toko-toko barang antik dan kuno di berbagai kota di
Sumatera.
“Untuk sementara kau tinggal saja bersama kami,” ajak Darwis ketika menjemputku di Bandara Polonia Medan.
“Bukan ingin menyombongkan diri, rumahku cukup besar di kawasan elit Perumahan Bumi Asri,” susulnya kemudian.
Di rumahnya yang cukup mewah itu, aku diperkenalkannya dengan Rasiam, perempuan cantik, berkulit sawo matang
dan kedua bola mata agak sipit tersebut menyambut uluran tanganku dengan senyum.
Hari pertama aku berada di Medan, Darwis nampaknya tidak ingin buang-buang waktu. Dia langsung mengajakku ke toko
barang antiknya di bilangan Kesawan dan Petisah. Berkenalan dengan petugas dan pelayan toko di sana. Kepada mereka,
Darwis menyatakan bahwa aku akan diangkatnya sebagai manajer pemasaran merangkap wakil pemilik usahanya.
Pagi itu ketika sarapan, Darwis memberitahukan bahwa untuk selama beberapa hari dia tidak berada di rumah,
karena sore nanti dia ikut rombongan dari kantor Dinas Purbakala ke Jakarta guna membahas kasus-kasus pencurian bendabenda kuno peninggalan sejarah dengan instansi terkait.
“Selama aku tidak berada di tempat, kau tangani saja semua urusanku di toko-toko Kesawan dan Petisah tersebut!”pesannya
ketika aku mengantarkannya ke bandara Polonia, “Namun kalau ada hal-hal yang rumit, jangan segan-segan menghubungiku
melalui handphone!”
Malam pertama tinggal berduaan dengan Rasiam sungguh menggelisahkan. Apalagi selama ini sejak aku tinggal bersama
mereka, aku dan istri teman ini sangat jarang berkomunikasi. Rasiam
merupakan tipe wanita pendiam dan terkesan agak misterius. Saking
misteriusnya, seharian dia suka berkurung dalam kamar saja kendati
suaminya sering mengajaknya ngobrol bersama-samaku pada waktu-waktu
senggang.
Usai makan malam yang disediakan oleh petugas katering, aku mengisi
waktu duduk di ruang tamu dengan membaca koran sore. Malam mulai larut
ketika merasakan mataku berat, mengantuk. Setelah menutup jendela dan
pintu serta menguncinya, aku menyeret kakiku melangkah masuk kamar tidur
yang bersebelahan dengan kamar tuan rumah.
Baru saja tubuh kubaringkan di tempat tidur, tiba-tiba aku seperti mendengar seseorang mengeluh dan mengaduh-aduh.
Aku segera bangkit untuk memastikan dari mana datangnya suara tersebut. Lalu menduga bersumber dari kamar sebelah,
kamar tidur pasangan suami istri tersebut.
Sejenak aku tercenung. Maju mundur niatku untuk datang menemui istri teman itu ke kamarnya guna menanyakan apa yang
dialaminya. Kiranya kurang elok mendatangi seorang perempuan yang sudah
bersuami seorang diri dalam kamar tidurnya. Tapi karena suara mengeluh
dan mengaduh terdengar semakin keras, aku menjadi tidak tega juga. Lalu
segera menghambur
masuk ke kamarnya. Ternyata perempuan ini memang membutuhkan pertolongan, karena di pembaringan tubuhnya kulihat
menggelinjang gelinjang menahan kesakitan.
Aku sudah bersiap-siap untuk menghubungi dokter ketika telepon di ruang tamu berdering. Langsung kuangkat,
ternyata datang dari Darwis di Jakarta. “Maaf Andi, ada yang terlupa, aku minta tolong agar malam ini dan seterusnya
ketika aku tidak di rumah, menyiram dan memandikan sebuah patung buaya yang terbuat dari tembaga dan dibalut besi
kuningan yang berada di ruangan khusus penyimpanan barang-barang dagangan di belakang dekat dapur,” kata Darwis dari
ujung telepon itu.
Aku masih ingin menanyakan sesuatu namun hubungan pembicaraan singkat
tersebut telah terputus. Meskipun masih menyimpan pertanyaan dalam hati,
aku patuh saja melakukannya lalu bergegas ke tempat penyimpanan
barang-barang kuno dan antik tersebut. Di dalamnya nampak beberapa jenis
benda-benda berbagai bentuk berjejer merapat ke dinding tembok. Dan
tepat di tengah-tengah ruangan itu kelihatan sebuah patung berbentuk
buaya sepanjang lebih kurang satu meter sedang dalam posisi tiarap di
lantai dan rahang ternganga lebar. Sebagaimana permintaan
Darwis, aku segera menyiram patung buaya tersebut dengan air yang
tersedia dalam drum ukuran kecil di dekatnya. Ternyata bukan air
sembarangan, karena aromanya berbau khas wewangian.
Aku mulai curiga teman ini sudah mempercayai hal-hal yang sifatnya klenik, apalagi ketika air mulai membasahi tubuh
patung buaya tadi, rahangnya tiba-tiba menutup. Dan yang paling aneh,
bersamaan dengan itu Rasiam tahu-tahu sudah berdiri di dekatku.
Memperlihatkan kondisi kesehatannya yang kembali segar bugar dan wajah
yang sumringah. Artinya, aku tidak merasa perlu lagi untuk mendatangkan
paramedis untuk menyembuhkannya.
“Terima kasih, Bang,” ujarnya sambil berlalu. Aku cuma bengong, terima kasih untuk apa? Lagi pula baru itu kudengar dia
berkata-kata padaku.
Paginya istri teman ini nampak semakin seksi dengan pakaian daster
ringkas yang dikenakannya. Tipis, nyaris dia tanpa busana. Kemudian kami
terlibat dalam obrolan yang cukup mengasyikkan di depan kaca TV. Saat
itu Rasiam benar-benar mengalami perobahan drastis dalam penampilan,
tingkah dan perilakunya. Yang semula pendiam dan agak terkesan angkuh
menjadi seorang wanita yang senang ngobrol dan rendah hati. Bahkan
kuanggap terlalu over acting mengumbar tubuhnya di hadapan pria yang
bukan muhrimnya.
Kemudian obrolan beralih seputar hubungannya dengan Darwis, yang menurutnya tidak serasi. Dia mengatakan
hidupnya bersama pria itu kurang berbahagia karena tidak pernah menikmati hubungan seks yang sempurna. Kata demi
kata dan kalimat demi kalimatnya terdengar sendu dan memprihatinkan.
Ibarat orang yang sudah kalah sebelum bertempur. Aku menjadi trenyuh
menyimaknya, karena kasus suami istri seperti ini memang sering terjadi.
Bagi wanita kemewahan materi bukan segala-galanya, kalau tidak
diimbangi dengan kepuasan batin dalam berhubungan badan.
“Bang…..” pelan Rasiam memanggil.
“Hmmm…..ada apa?” spontan lamunanku buyar.
“Mau menolong saya?”
“Menolong bagaimana?” tanyaku sambil memandang wajahnya yang tiba-tiba kuyu dan lesu.
“Anu, Bang….”
“Anu apa?”
“Abang kan sudah lama berteman dengan suamiku?”
“Ya, kenapa?”
“Jadi kalau abang saya ajak tidur, dia tidak akan marah, bukan?”
“Gila kamu, tentu saja dia marah besar, meskipun dia teman baikku!”
jawabku agak emosional. “Dalam ajaran agama dan kode etik sosial hal itu
sangat terlarang, dan akan menjahanamkan manusia ke lubang
neraka!” susulku sedikit mengutip ceramah ceramah agama yang sering aku dengar.
Perempuan cantik di depanku menyeringai.
“Tapi saya bukan manusia,” ujarnya kemudian masih nyengir. Bersamaan dengan itu aura mistis menghalangi pandanganku.
Aku masih terperangah ketika muncul kekuatan gaib yang menyeretku melangkah membuntutinya masuk ke kamar.
Entah bagaimana awalnya, tahu-tahu aku sudah menggeletak berbaring di
sebelah Rasiam yang sudah dalam keadaan telanjang bulat. Layaknya
sebagai seekor singa liar yang tengah kelaparan, perempuan itu
‘menyerang’ sambil merobek-robek seluruh pakaianku hingga total bugil.
Lalu kedua tangannya bergerak cepat gentayangan kian kemari bersamaan
dengan desah berahinya yang tersengal-sengal.
Tak lama kemudian terasa jantungku nyaris copot dihantui ketakutan ketika bayangan anak-anak dan istriku muncul
dalam fantasi halusinasi. Mereka berteriakteriak berteriakteriak berusaha mencegah diriku terhindar
dari perbuatan terlaknat ini. Spontan aku melepaskan tubuhku sebelum senjata pamungkas milikku berperan aktif. Dalam
waktu bersamaan gairah seksualku menurun ke titik nadir, alat vitalku menjadi loyo dan melempem. Begitu tersadar secara utuh,
aku cuma mampu terpana. Sadar, bahwa sebelumnya aku telah dikuasai energi gaib dari luar yang menyebabkan diriku
kehilangan akal sehat. Lupa Tuhan, lupa dosa, dan lupa pada keluarga.
Dalam hitungan detik kemudian aku menyaksikan penampakan yang aneh dan
menyeramkan. Kulihat perempuan cantik ini bangkit dari pembaringan.
Perlahan-lahan
kepalanya berubah wujud menjadi kepala mirip dengan bentuk kepala seekor buaya dengan rahang terbuka lebar.
Pada bagian wajahnya bersisik yang berwarna hijau kehitam-hitaman tersebut
tidak terlihat lagi profil Rasiam sebagai wanita cantik, kecuali mulai batas leher ke bawah masih nampak sebagai organ tubuh
perempuan telanjang. Kini taring-taring giginya yang runcing dan tajam serta berkilat-kilat terdengar
berbunyi, berdetak-detak, layaknya ingin mengunyah-ngunyah organ tubuhku yang saat itu masih dalam keadaan bugil.
Aku coba menjauh, namun makhluk misteri yang berwujud setengah manusia dan setengah hewan tersebut lebih cepat
beraksi. Kedua tangannya yang masih berbentuk manusia segera menjangkau ke depan, dan melalui kekuatan yang diluar
dugaanku, melemparkan tubuh telanjangku hingga melayang-layang di udara yang kemudian meluncur tercampak ke luar
kamar melalui jendela yang tengah terbuka. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi.
Begitu siuman dan tersadar, yang pertama kali kulihat adalah wajah Darwis Tanjung. Temanku ini menatapku dengan
wajah prihatin.
“Maaf, karena selama ini aku ingin selalu menutup-nutupi masalah
pribadiku ke kamu, Andi…….sehingga kau nyaris saja menjadi korban!”
ujarnya dengan nada penyesalan.
Selanjutnya Darwis berkisah, bahwa beberapa bulan yang lalu dia pernah membeli sebuah patung buaya kuno dan
terkesan antik yang dimiliki oleh seorang warga desa dekat kota Sibolga Tapanuli Tengah. Konon patung buaya tersebut
ditemukan si warga di pinggir pantai laut dan menjualnya dengan harga
yang pantas pada Darwis yang kebetulan sedang mencari barang barang
antik di daerah itu. Lalu memboyongnya ke Medan.
Beberapa orang kolektor benda-benda kuno ingin membelinya dengan harga bervariasi hingga sampai milyar. Bahkan
seorang turis dari mancanegara ingin menawar hingga 10 milyar rupiah. Dan Darwis sudah bersiap-siap menjualnya
dengan harga tertinggi ketika malamnya dia bermimpi didatangi seorang pria tua mengenakan sorban dan jubah berwarna
merah tua.
Orang tua tersebut melarang Darwis menjualnya, dan menyuruh agar patung buaya itu pada waktu-waktu tertentu
disiram dengan air kembang tujuh rupa. Setelah beberapa kali melakukan
arahan pria tua dalam mimpi tersebut, hari itu seorang perempuan cantik
datang bertamu ke rumah Darwis. Sang tamu mengaku pemilik patung buaya
tersebut, dan meminta agar Darwis mengembalikannya. Sebaliknya kalau
ingin memilikinya, si perempuan cantik yang mengaku bernama Rasiam
tersebut minta agar Darwis menikahinya secara diam-diam dan rahasia.
“Karena aku memang belum berkeluarga, pemilik patung buaya itu kunikahi dengan segala senang hati. Kami
menikah diam-diam dan secara rahasia karena calon istriku tersebut tidak
memiliki identitas diri yang jelas. Tak punya KTP dan mengaku hidup
sebatang kara” lanjut Darwis berkisah.
Menurutnya, Rasiam merupakan wanita yang ‘seks maniak’ yang kemudian hari diketahui dia adalah sosok perempuan
siluman. Tegasnya dari komunitas siluman buaya.
Setelah menyimak penuturan kisah Darwis, cukup lama aku termenung saja. Apalagi setelah dia mengatakan, bahwa
Rasiam sudah menghilang bersama-sama patung buaya itu. Aku memutuskan
untuk pulang ke Pekanbaru karena sangat trauma atas kejadian menyeramkan
yang kualami.
Siapa tahu perempuan siluman buaya yang seks maniak tersebut kembali lagi ke rumah teman ini, ingin melampiaskan nafsu
birahinya yang gagal menguasaiku hari itu.
Seminggu setelah tiba di Pekanbaru, aku masih merasa seperti orang
linglung. Kepada istri, aku mengatakan bahwa pekerjaan di Medan kurang
sesuai dengan bakat dan pendidikanku, sehingga memutuskan untuk
berhenti. Pengalaman mistis yang kualami bersama perempuan siluman buaya
sengaja kututup rapat-rapat, biarlah hal itu kuanggap
sebagai sepenggal catatan hitam dalam sejarah hidup.
Namun melihat keadaanku begitu kembali ke Pekanbaru seperti mengalami amnesia, istriku kemudian segera
membawaku berobat secara alternatif. Pakar kejiwaan yang menguasai masalah supranatural mengatakan diriku mengalami
traumatis karena pernah mengalami hal-hal yang sifatnya mistis dan magis. Cukup lama
juga diriku diterapi hingga kembali normal seperti semula.
Beberapa bulan kemudian, aku baru mendapat kabar, bahwa temanku Darwis Tanjung tewas dalam kecelakaan lalu lintas
di jalur perlintasan kereta api. Kejadian itu sehari setelah aku berada kembali di
Pekanbaru.
Rumah gedung mewahnya di perumahan Bumi Asri dikabarkan terbakar, ludes menjadi abu. Toko barang antik
almarhum di bilangan Kesawan dan Petisah menjadi rebutan dan sengketa dari para
ahli waris yang tidak jelas. (Berdasarkan penuturan narasumber yang kini berdomisili
di Pekanbaru, Riau kepada penulis)
Sumber: http://www.majalah-misteri.net
Jumat, 16 Agustus 2013
Kenapa Orang Jepang Tidak Banyak Menjadi Anggota FaceBook??
Beberapa kali saya pernah mengirimkan invitation ke teman mahasiswa
Jepang untuk ikut bergabung di FaceBook (FB). Tapi undangan saya
tersebut sangat jarang ditanggapi oleh teman saya. Ada satu dua orang
yang menjadi anggota, tapi itupun tidak aktif. Hanya sekedar membuka
account saja. Yang lumayan aktif biasanya hanya mahasiswa Jepang yang
mempunyai banyak teman mahasiswa asing.
Tahun 2008 Mark Zuckerberg membuat aplikasi bahasa Jepang untuk menarik lebih banyak peminat FB dari negeri sakura. Ternyata harapan itu tidak terpenuhi. Memang sebagian besar warga Jepang sangat tidak terbiasa dengan aplikasi berbahasa Inggris. Tetapi ketika YouTube membuat aplikasi berbahasa Jepang, berbondong-bondong orang Jepang mengupload video ke sana. YouTube relativ lebih disenangi dibandingkan dengan FB. Ternyata bahasa bukan kendali utama bagi menjamurnya FB di Jepang.
Untuk menjadi anggota FB, kita diharuskan mengisi data-data pribadi yang nantinya dicantumkan kepada orang yang menjadi teman kita. Sementara YouTube cuma mensyaratkan nama (itupun tidak perlu nama asli) dan alamat email . Di sinilah masalahnya. Sebagian besar orang Jepang tidak mau memperlihatkan data dan kehidupan pribadinya kepada banyak orang. Sebagai contoh, dengan memperlihatkan tanggal, bulan dan kelahiran kita, dipercaya dapat digunakan untuk mengetahui karakter kita yang sangat berbahaya apabila digunakan untuk kepentingan tidak baik.
Selain itu, orang Jepang juga tidak terlalu suka menonjolkan jati dirinya di hadapan orang banyak. Mereka terbiasa hidup berkelompok dan bekerja juga dalam kelompok. Kita mungkin kenal dengan produk walkman, tapi kita tidak tahu siapa penemunya, kecuali dari Sony Corpporation. Juga tamagochi yang terkenal itu, oleh perusahannya, sang penemu mendapat perlakuan sama dengan pegawai lainnya dan dianggap sebagai bagian dari kerja kelompok.
Dalam berinternetpun, orang Jepang lebih suka memakai identitas lain atau bukan nama sebenarnya.Tahun 2005 ada satu kisah nyata tentang warga Jepang yang bercurhat dalam suatu forum Internet. Pemuda Jepang tersebut adalah orang yang suka dengan komik (manga), game, animasi dan bergaya agak aneh. Di Jepang orang seperti ini disebut “otaku”. Dalam suatu perjalanan di kereta api, dia berhasil menolong seorang wanita cantik berpendidikan tinggi dari gangguan orang mabuk. Keinginannya untuk mendekati dan mencintai wanita tersebut dicurahkan dalam sebuah forum Internet. Dalam setiap langkah untuk mendekati sang wanita, dia menceritakannya di forum tersebut. Banyak sekali tanggapan, saran dan dukungan kepada pemuda tersebut. Kisah ini akhirnya menjadi populer dan dijadikan sebuah film, sinetron dan komik dengan judul “Densha Otoko” (Train Man). Sampai sekarang, identitas asli Train Main ini tidak diketahui.
Selain itu, ada juga rasa mawas diri dari orang Jepang untuk tidak membagi identitas, foto dan kehidupan pribadinya. Terutama para wanitanya. Mereka tidak mau diganggu oleh orang-orang iseng yang mengetahui identitas mereka melalui FB. Pernah juga ada kasus ketika seorang mahasiswi yang punya blog didatangi oleh pemuda Amerika yang ingin berkenalan dengannya. Sang mahasiswi menolak dan sempat terjadi kehebohan di kampus. Sejak saat itu ada himbauan di kampus untuk tidak membuka kehidupan pribadi melalui blog. Demikian cerita salah satu professor saya.
Jadi budaya masih banyak mempengaruhi orang Jepang untuk tidak sembarangan berinternet. Sementara di Indonesia banyak yang dengan secara sengaja membagi-bagikan nomor HP, alamat, nomor PIN BlackBerry dan identitas lainnya di FB mereka. Tanpa disadari, kalau ada orang yang berniat tidak baik, data-data ini bisa dengan sangat mudah dimanfaatkan untuk kejahatan.
Sumber: http://samudro.wordpress.com
Tahun 2008 Mark Zuckerberg membuat aplikasi bahasa Jepang untuk menarik lebih banyak peminat FB dari negeri sakura. Ternyata harapan itu tidak terpenuhi. Memang sebagian besar warga Jepang sangat tidak terbiasa dengan aplikasi berbahasa Inggris. Tetapi ketika YouTube membuat aplikasi berbahasa Jepang, berbondong-bondong orang Jepang mengupload video ke sana. YouTube relativ lebih disenangi dibandingkan dengan FB. Ternyata bahasa bukan kendali utama bagi menjamurnya FB di Jepang.
Untuk menjadi anggota FB, kita diharuskan mengisi data-data pribadi yang nantinya dicantumkan kepada orang yang menjadi teman kita. Sementara YouTube cuma mensyaratkan nama (itupun tidak perlu nama asli) dan alamat email . Di sinilah masalahnya. Sebagian besar orang Jepang tidak mau memperlihatkan data dan kehidupan pribadinya kepada banyak orang. Sebagai contoh, dengan memperlihatkan tanggal, bulan dan kelahiran kita, dipercaya dapat digunakan untuk mengetahui karakter kita yang sangat berbahaya apabila digunakan untuk kepentingan tidak baik.
Selain itu, orang Jepang juga tidak terlalu suka menonjolkan jati dirinya di hadapan orang banyak. Mereka terbiasa hidup berkelompok dan bekerja juga dalam kelompok. Kita mungkin kenal dengan produk walkman, tapi kita tidak tahu siapa penemunya, kecuali dari Sony Corpporation. Juga tamagochi yang terkenal itu, oleh perusahannya, sang penemu mendapat perlakuan sama dengan pegawai lainnya dan dianggap sebagai bagian dari kerja kelompok.
Dalam berinternetpun, orang Jepang lebih suka memakai identitas lain atau bukan nama sebenarnya.Tahun 2005 ada satu kisah nyata tentang warga Jepang yang bercurhat dalam suatu forum Internet. Pemuda Jepang tersebut adalah orang yang suka dengan komik (manga), game, animasi dan bergaya agak aneh. Di Jepang orang seperti ini disebut “otaku”. Dalam suatu perjalanan di kereta api, dia berhasil menolong seorang wanita cantik berpendidikan tinggi dari gangguan orang mabuk. Keinginannya untuk mendekati dan mencintai wanita tersebut dicurahkan dalam sebuah forum Internet. Dalam setiap langkah untuk mendekati sang wanita, dia menceritakannya di forum tersebut. Banyak sekali tanggapan, saran dan dukungan kepada pemuda tersebut. Kisah ini akhirnya menjadi populer dan dijadikan sebuah film, sinetron dan komik dengan judul “Densha Otoko” (Train Man). Sampai sekarang, identitas asli Train Main ini tidak diketahui.
Selain itu, ada juga rasa mawas diri dari orang Jepang untuk tidak membagi identitas, foto dan kehidupan pribadinya. Terutama para wanitanya. Mereka tidak mau diganggu oleh orang-orang iseng yang mengetahui identitas mereka melalui FB. Pernah juga ada kasus ketika seorang mahasiswi yang punya blog didatangi oleh pemuda Amerika yang ingin berkenalan dengannya. Sang mahasiswi menolak dan sempat terjadi kehebohan di kampus. Sejak saat itu ada himbauan di kampus untuk tidak membuka kehidupan pribadi melalui blog. Demikian cerita salah satu professor saya.
Jadi budaya masih banyak mempengaruhi orang Jepang untuk tidak sembarangan berinternet. Sementara di Indonesia banyak yang dengan secara sengaja membagi-bagikan nomor HP, alamat, nomor PIN BlackBerry dan identitas lainnya di FB mereka. Tanpa disadari, kalau ada orang yang berniat tidak baik, data-data ini bisa dengan sangat mudah dimanfaatkan untuk kejahatan.
Sumber: http://samudro.wordpress.com
Manfaat Sholat Dari Segi Kesehatan
Ketika berbicara manfaat kesehatan yang didapat dari shalat maka sudah
selayaknya menelisik kembali hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah
dari Abu HurairahR.A,
“Rasulullah SAW melihatku sedangkan aku tidur melingkar karena sakit
perut, lalu beliau berkata, asykam darda? Aku menjawab, betul wahai
Rasulullah SAW. Beliau berkata, bangunlah lalu shalat karena shalat
adalah obat.”
Para ulama berpendapat setidaknya ada dua faedah dari hadits riwayat
Ibnu Majah dimana Abu hurairah mengatakan, “Rasulullah SAW melihatku
sedangkan aku tidur melingkar karena sakit perut, lalu beliau berkata,
asykam darda? Aku menjawab, betul wahai Rasulullah SAW. Beliau berkata,
bangunlah lalu shalat karena shalat adalah obat.”
Pertama adalah bahwasannya Nabi SAW pernah berbicara bahasa Persia.
Kedua, bahwa shalat mengobati sakit hati (liver) dan lambung serta usus.
Dalam kajian sholat sebagai obat bagi perut yang sakit, para ulama
mengungkapkan setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, urusan ilahi yang
merupakan ibadah, kedua urusan jiwa, itu karena jiwa yang merasa sakit
terhibur dengan shalat dan berkurang merasakannya lalu munculah kekuatan
yang mengalahkan rasa sakit.
Perlu diketahui bahwasannya para tabib yang mahir zaman dahulu melakukan
segala usaha untuk memperkuat kekuatan. Terkadang menguatkannya dengan
makanan, terkadang dengan harapan, terkadang dengan rasa takut,
sedangkan sholat menghimpun lebih banyak dari itu, karena di dalamnya
menimbulkan kepada seorang hamba rasa takut, khawatir, harapan, rasa
malu, cinta dan ingat akhirat yang dapat menguatkan staminanya dan
melegakan dadanya, lalu dengan itu menjadi tertolaklah penyakitnya.
Contoh kasus lain mengenai manfaat kejiwaan yang dapat menembus pada
aspek kerja sistem organ tubuh adalah hadits yang diriwayatkan dari
sebagian anak Ali R.A bahwa beliau pernah mempunyai luka yang mereka
tidak bisa mengatasinya, lalu keluarganya menangguhkannya sampai masuk
shalat kemudian mereka bisa melakukannya tetapi tidak menyusahkannya
karena ia tenggelam (asyik) dalam shalat.
Menurut Imam Adz Dzahabi dalam shalat ada perkara yang alami yaitu olah
raga jiwa dan olah raga tubuh, karena shalat menghimpun antara berdiri,
ruku, sujud, ketundukan, perkumpulan, ikhlas, ibadah, merendahkan diri,
menghinakan diri dan lain sebagainya yang bersamanya menjadi bergerak
sendi-sendi badan dan kebanyakan organ tubuh menjadi lunak, terutama
perut dan usus serta bantuannya yang paling kuat dalam mendorong air
seni juga tinja dan menurunkan makanan dari lambung.
Lalu sampai di sini, apakah masih ada manfaat lain dari sholat yang berfungsi sebagai obat?
Lebih jauh Al-Muwafaq Abdul Latif Al Baghdadi berkata dalam kitab Al-Arba’in,
Telah lewat juga sabda Nabi SAW:.
Oleh karenanya beliau Rahimahullah menyimpulkan bahwa shalat memiliki
pengaruh yang ajaib sekali dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani
serta mempertahankan stamina dan mengusir segala bentuk unsur yang
membahayakannya. Apabila ada dua orang yang sama-sama terkena musibah
atau terserang penyakit, bala dan cobaan, pasti yang melakukan shalat di
antara keduanya akan merasa lebih ringan, dan akibat yang dia rasakan
juga lebih aman. Wallahu A’lam.
Lebih jauh Al-Muwafaq Abdul Latif Al Baghdadi berkata dalam kitab Al-Arba’in,
“aku sungguh telah melihat sekumpulan mereka yang mempunyai waktu luang
dan kemewahan yang terjaga kesehatannya lalu mencari sebab itu maka aku
mendapati mereka banyak shalat dan tahajud.”
Al Baghdadi juga menandaskan alangkah bermanfaatnya sujud untuk
penderita kondisi lemah fisik dan flu, alangkah kuatnya bantuan sujud
untuk membuka sumbatan hidung, alangkah kuatnya bantuan sujud membusukan
(mematangkan) air seni dan tinja dan menurunkan makanan dari lambung
dan usus, dan menggerakkan kotoran yang tertahan di dalamnya serta
mengeluarkannya, karena di sisinya kantong makanan terperas oleh karena
didesaknya, dan satu sama lainya berjatuhan.
Sementara Imam Adz Dzahabi menyatakan bahwa kebanyakan yang dapat
digembirakan oleh shalat itu adalah jiwa dan shalat dapat menghilangkan
kesedihan, shalat juga dapat memadamkan api amarah, menyebabkan cinta
kepada kebenaran dan sikap merendah kepada sesama manusia, menghaluskan
hati, menganjurkan memberi maaf dan membuat benci terhadap buruknya
sifat dendam.
Uniknya lagi Imam Adz Dzahabi juga menyatakan bahwa banyak hal yang
dapat muncul dalam shalat, yaitu berupa pikiran dan pengaturan yang
tepat, jawaban yang benar, membuat hamba ingat apa yang telah lupa lalu
ia berfikir tentang sumber-sumber perkara, dan jalan-jalannya dan
kemaslahatan dunia dan akhirat.
Beliau hafizhullah juga berpendapat sholat dapat menjadi sarana
mengintropeksi diri, terutama jika lama berdirinya, itu dilakukan pada
waktu malam ketika mata-mata terpejam, suara-suara menjadi sunyi,
ketika kekuatan alam bawah berkurang dan bersembunyi kesombongannya,
ketika menyebarnya kekuatan alam ruhani dan terbentang tutupnya.
Sementara Ibnu Qoyyim Rahimahullah mengutip dalam Al-Musnad bahwa Nabi
SAW apabila bersedih karena suatu perkara, beliau melakukan sholat.
Karena Allah Berfirman,
“… ambillah pertolongan dari kesabaran dan shalat…”
“Lelehkanlah makanan kalian dengan dzikir dan mengucapkanya.”
Ini juga ditafsirkan oleh Imam Adz Dzahabi sebagai salah satu sebab
disunnahkannya shalat tarawih, di dalam shalat terdapat kebaikan dunia
dan akhirat dengan turunnya kekuatan berupa terbukanya yang menjadikan
dan yang menciptakanya, maka pada saat itu tertolaklah penyakit-penyakit
badan yang ia derita dan tersingkaplah baginya akhlak jiwa yang rendah
maka ia terus berjalan untuk menyempurnakan dan menyusunnya.
Menurut Ibnu Qoyyim shalat membawa rezeki, menjaga kesehatan, mengusir
gangguan, menolak penyakit, memperkuat hati, memutihkan wajah,
menyenangkan jiwa, menghilangkan kemalasan, memotivasi organ tubuh,
meningkatkan stamina, melapangkan dada, menyuntik gizi pada rohani,
menyinari jiwa, memelihara kenikmatan, menghilangkan bencana, membawa
berkah, menjauhkan pelakunya dari setan dan mendekatkannya kepada Allah
Ar-Rahman.
Sumber: http://argatamaonline.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)


